LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MODUL 2
Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Membandingkan Frekuensi
Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel
Oscilloscope
Sebelum kita mengunakan osciloscope, kita melakukan kalibrasi untuk mendapatkan ketelitian yang akurat, dengan cara menghidupkan oscilloscope terlebih dahulu, kemudian atur sinyal hingga tepat di tengah-tengah, lalu hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi pada osciloscope, terakhir amati dan catat nilai kalibrasinya.


Prinsip Kerja:
Prinsip kerja dari kedua rangkaian diatas adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul. Yaitu rangkaian lampu seri dan rangkaian lampu paralel. Kemudian masing-masing rangkaian di berikan beban, lalu diberi sebuah sumber tegangan ac dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya.
Mengukur dan mengamati tegangan DC dan AC dan membandingkan frekuensi dengan cara lissajous
Pengukuran daya beban lampu seri dan paralel
1. Mengapa osiloskop perlu dilakukan kalibrasi sebelum digunakan?
Jawab:
Kalibrasi osiloskop merupakan proses penting yang tidak hanya memastikan pengukuran dilakukan dengan akurat dan konsisten, tetapi juga meningkatkan keandalan data yang dihasilkan.2. Jelakan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi, dan perioda!
Jawab:
- Amplitudo: Tegangan AC naik-turun secara periodik, sementara tegangan DC tetap stabil dan tidak berubah.
- Frekuensi: Tegangan AC punya frekuensi tertentu (misalnya 50 Hz atau 60 Hz untuk listrik rumah), sedangkan tegangan DC frekuensinya nol karena tidak berosilasi.
- Perioda: Tegangan AC memiliki perioda, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus penuh. Tegangan DC tidak punya perioda karena sifatnya tetap.
3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!
Jawab:
- Gelombang Sinusoidal: Bentuk paling umum, sering digunakan dalam sinyal listrik AC.
- Gelombang Kotak (Square Wave): Ditandai dengan transisi cepat antara level tinggi dan rendah. Sering digunakan dalam pengujian sirkuit digital dan switching.
- Gelombang Segitiga (Triangle Wave): Mempunyai garis naik dan turun yang linier. Bentuk ini ideal untuk pengujian linearitas dan respon sistem, dengan frekuensi menentukan jumlah siklus per detik.
- Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave): Mempunyai kenaikan linier yang diikuti oleh penurunan mendadak. Biasa digunakan dalam synthesizer dan aplikasi pemrosesan video, di mana frekuensi menentukan kecepatan kenaikan dan siklus gelombang.
- Gelombang Pulsa: Memiliki lebar pulsa yang bisa diatur (duty cycle). Bentuk gelombang ini penting dalam aplikasi digital dan modulasi, di mana kombinasi frekuensi dan duty cycle menentukan karakteristik sinyal.
4.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri
Jawab:
Nilai sama karna pada rangkaian seri, arus yang mengalir sama di semua lampu, sehingga daya bisa dihitung dengan rumus P = I2R.
5.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel
Jawab:




Komentar
Posting Komentar