FIG. 13.18 & 13.20
IC 555 dapat dikonfigurasikan dalam tiga mode utama, yaitu mode monostable, astable, dan bistable. Dalam tugas ini digunakan konfigurasi astable multivibrator, di mana IC 555 bekerja secara otomatis menghasilkan gelombang pulsa secara terus-menerus tanpa memerlukan pemicu dari luar.
Rangkaian astable menghasilkan sinyal keluaran yang berosilasi antara kondisi tinggi dan rendah secara periodik. Waktu tinggi dan rendah dari sinyal output ditentukan oleh komponen eksternal berupa dua resistor (RA dan RB) dan sebuah kapasitor (C). Dalam proses ini, kapasitor akan mengisi dan mengosong secara bergantian, menciptakan siklus pengulangan yang stabil.
Melalui pemahaman dan analisis rangkaian ini, kita dapat mengetahui bagaimana prinsip kerja IC 555 dimanfaatkan untuk membuat sinyal periodik serta bagaimana nilai resistor dan kapasitor memengaruhi frekuensi dan duty cycle dari sinyal output.
- Mengetahui prinsip kerja IC 555 dalam mode astable
- Mengetahui nilai periode (T), waktu high , waktu low , dan frekuensi output berdasarkan nilai RA, RB, dan C.
- Mengetahui bentuk gelombang output pada osiloskop
- Voltmeter
- Osiloskop
- Sumber DC
Sumber arus searah (DC) adalah perangkat atau sistem yang menghasilkan atau memberikan arus listrik yang mengalir dalam satu arah saja
- Kapasitor
- Resistor
- Ground
- 555 Timer IC
Dalam konfigurasi astable, IC 555 bekerja tanpa membutuhkan sinyal pemicu dari luar dan akan menghasilkan pulsa (gelombang kotak) secara terus-menerus.
Pada rangkaian astable, terdapat dua buah resistor (RA dan RB) serta sebuah kapasitor (C) yang menentukan periode sinyal output. Proses kerja rangkaian ini melibatkan pengisian dan pengosongan kapasitor yang secara bergantian mengaktifkan dan menonaktifkan output.
Ketika kapasitor mengisi, tegangan output berada dalam kondisi tinggi (high), dan ketika kapasitor membuang muatan (discharge), output berada dalam kondisi rendah (low). Proses ini terus berulang sehingga menghasilkan gelombang kotak pada output.
Periode dari satu siklus gelombang ditentukan oleh rumus:
T = 0,693 × (RA + 2RB) × C
Sedangkan waktu saat output tinggi (T_high) dan waktu saat output rendah (T_low) masing-masing adalah:
T_high = 0,693 × (RA + RB) × C
T_low = 0,693 × RB × C
Dari dua waktu tersebut, kita dapat menentukan frekuensi osilasi dan duty cycle dari sinyal keluaran. Duty cycle menunjukkan persentase waktu output berada dalam kondisi tinggi dalam satu siklus penuh.
PROBLEM
1. Jelaskan apa yang terjadi ketika pin trigger (pin 2) dari IC 555 menerima pulsa negatif (transisi tegangan dari tinggi ke rendah).
Jawab:
Ketika pin 2 menerima pulsa negatif (turun di bawah 1/3 Vcc), IC 555 akan memulai mode monostable. Output pada pin 3 akan langsung berubah menjadi logika tinggi (HIGH) dan tetap HIGH selama waktu T = 1.1 × R × C. Setelah waktu tersebut berakhir, output kembali ke logika rendah (LOW). Selama proses ini, tidak peduli berapa lama pin 2 tetap rendah — IC 555 hanya memberi satu pulsa.
2. Jika kamu ingin memperpanjang durasi pulsa dari output IC 555, komponen mana yang perlu kamu ubah, dan bagaimana caranya?
Jawab:
Durasi pulsa ditentukan oleh rumus: T = 1.1 × R × C.
Untuk memperpanjang waktu pulsa, kamu dapat:
-
Meningkatkan nilai R (resistor)
-
Meningkatkan nilai C (kapasitor)
Misalnya, mengganti R dari 100 kΩ ke 220 kΩ, atau C dari 10 µF ke 47 µF, akan menghasilkan waktu pulsa yang lebih panjang.
3. Apa perbedaan utama antara mode monostable dan astable pada IC 555? Jelaskan situasi kapan kamu akan memilih mode monostable.
Jawab:
Monostable: Output hanya menghasilkan satu pulsa tunggal ketika menerima trigger. Output kembali ke LOW setelah waktu
T.-
Astable: Output terus-menerus berosilasi antara HIGH dan LOW tanpa trigger eksternal.
Monostable cocok digunakan saat kita hanya ingin satu output tetap aktif sementara, misalnya:
-
Timer untuk lampu otomatis
-
Debouncing tombol
-
Delay sesaat setelah trigger
T = 1.1 × R × C, lalu kembali LOW.T = 1.1 × R × C. Meningkatkan nilai R (resistor) atau C (kapasitor) akan memperpanjang waktu output HIGH.- Monostable: satu pulsa setelah trigger
- Astable: pulsa terus-menerus (osilasi), tanpa trigger
Datasheet RESISTOR








Komentar
Posting Komentar