LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MODUL 4
RC Seri
Beban | V terukur | I terukur | V pada beban | Impedansi |
Xa = 100 Ohm | 6,13 V | 0,05 mA | 1,606 V | 375,91 Ω |
Xb = 100 Ohm | 1,531 V | 375,91 Ω | ||
Xc = 10 uF | 5,17 V | 375,91 Ω |
RLC Seri
Beban | V terukur | I terukur | V pada beban | Impedansi |
Xa = 100 Ohm | 6,13 V | 0,07 mA | 1,708 V | 333,44 Ω |
Xb = 1 mH | 0,04 V | 333,44 Ω | ||
Xc = 10 uF | 5,6 V | 333,44 Ω |
RLC Paralel
Beban | V terukur | I terukur | I1 | I2 | I3 | V pada beban | Impedansi |
Xa = 100 Ohm | 8,25 V | 18,8 A | 0,081 A | 0,081 A | 0,081 A | 8,25 V | 0,314Ω |
Xb = 1 mH | 8,25 V | 18,8 A | 17,9 A | 17,9 A | 17,9 A | 8,25 V | 0,314Ω |
Xc = 10 uF | 8,25 V | 0,029 A | 0,029 A | 0,029 A | 0,029 A | 8,25 V | 0,314Ω |
1. RC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar dibawah
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki pada kit modul, dengan nilai:
• Xa = 100 ohm
• Xb = 100 ohm
• Xc = 10 uF
c. Bentuklah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai instruksi pada jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC.
Prinsip kerja:
1. Rangkaian RC seri terdiri dari resistor (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor dan kapasitor dalam rangkaian RC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik (ripple) yang terjadi pada arus AC
4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada kapasitor, sementara kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC
2). RLC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar dibawah
b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki pada kit modul, dengan nilai:
Xa = 100 ohm
Xb = 1 mH
Xc = 10 uF
c. Bentuklah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada module kit.
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan.
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai instruksi pada jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal.
Prinsip kerja:
1. Rangkaian RLC seri terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC
4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada induktor dan kapasitor, sementara induktor dan kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC.
3). RLC Paralel
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar dibawah
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki pada kit modul, dengan nilai:
Xa = 100 ohm
Xb = 1 mH
Xc = 10 uF
c. Bentuklah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai instruksi pada jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC parallel
Prinsip kerja:
1. Rangkaian RLC paralel terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara paralel
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC paralel bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC
4. Resistor, induktor, dan kapasitor mempengaruhi arus yang mengalir melalui rangkaian ini.
1. RC Seri
1. Analisa pengaruh R, L, dan C terhadap sudut fasa!
Jawab:
· Resistor (R): Tidak menyebabkan pergeseran fase (φ = 0), arus dan tegangan sefasa.
· Induktor (L): Arus tertinggal 90° dari tegangan (φ = +90°).
· Kapasitor (C): Arus mendahului 90° dari tegangan (φ = -90°).
Dalam rangkaian RLC seri:
· Jika XL > XC → rangkaian bersifat induktif (φ > 0).
· Jika XC > XL → rangkaian bersifat kapasitif (φ < 0).
· Jika XL = XC → rangkaian resonansi (φ = 0).
2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri
Jawab:
Analisis:
· Jika C diperbesar, X꜀ mengecil → Z menurun dan sudut φ mendekati 0 (lebih resistif), arus akan meningkat.
· Jika R diperbesar, Z meningkat arus menurun dan sudut fasa meningkat.
3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC seri
Jawab:
Jika XL>XC maka rangkaian cenderung induktif .
Jika XC > XL maka rangkaian cenderung kapasitif
Jika XL=XC maka akan terjadi resonansi maka Z=R.
4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Paralel
Jawab:
Jika XC lebih besar dari XL maka rangkaiannya bersifat kapasitif dan jika kebalikannya maka rangkaian bersifat induktif. Pada saat rangkaian resonansi (XL = XC), maka impedansi minimum (Z = R) dan sudut ϕ= 0
Laporan Akhir[disini]


Komentar
Posting Komentar