FIG 9.57 & 9.61



                                                     [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]


1. Pendahuluan[Kembali]

    Dalam perancangan sistem elektronika digital modern, pengelolaan dan perutean aliran data (data routing) merupakan aspek yang sangat krusial, terutama ketika sistem harus menangani banyak jalur masukan dan keluaran. Rangkaian logika kombinasional seperti encoder, multiplexer (MUX), dan demultiplexer (DEMUX) memegang peranan penting dalam mengefisienkan jalur komunikasi dan pengolahan sinyal antar komponen.

    Tugas ini berfokus pada analisis dua skema perutean data digital. Rangkaian pertama membahas implementasi Priority Encoder menggunakan IC 74147 yang berfungsi mengubah masukan aktif-rendah menjadi bentuk sandi biner (BCD). Dalam aplikasinya pada sistem berbasis bus, keluaran dari encoder tidak selalu boleh terhubung langsung ke jalur data utama. Oleh karena itu, digunakan gerbang tristate inverter pada bagian keluaran. Rangkaian tristate ini dikendalikan oleh sinyal Output Enable (OE), yang memungkinkan data hasil penyandian diisolasi (berada dalam keadaan impedansi tinggi) atau dilewatkan ke bus data sesuai kebutuhan instruksi sistem.

    Rangkaian kedua menyoroti efisiensi jalur transmisi melalui konsep data sharing menggunakan pasangan komponen Multiplexer dan Demultiplexer. Rangkaian MUX bertindak sebagai pemilih jalur yang memungkinkan empat saluran data paralel (CH0 hingga CH3) untuk dikirimkan secara bergantian melalui satu jalur transmisi utama (pipeline). Di ujung penerima, komponen DEMUX bertugas menerima data dari jalur tunggal tersebut dan mendistribusikannya kembali ke saluran keluaran yang tepat. Agar proses pengiriman dan penerimaan data terjadi pada saluran yang sinkron, kedua komponen ini dikendalikan oleh bit selektor yang sama (S1 dan S0). Pendekatan ini secara signifikan mengurangi jumlah kabel atau jalur fisik yang dibutuhkan dalam sebuah perancangan perangkat keras digital.

2. Tujuan[Kembali]

Untuk mengkaji dan memahami implementasi teknik perutean serta manajemen aliran data pada sistem elektronika digital secara efisien. Secara garis besar, pengujian ini ditujukan untuk menguasai metode pengaturan akses sinyal menuju bus komunikasi utama menggunakan komponen priority encoder dan gerbang logika tristate, sekaligus mengaplikasikan strategi penghematan jalur fisik melalui konsep komunikasi jalur tunggal atau data sharing yang memanfaatkan kombinasi komponen multiplexer dan demultiplexer secara sinkron.

3. Alat dan Bahan[Kembali]

Alat

  1. Personal Computer (PC) atau Laptop Perangkat keras utama ini berfungsi sebagai pusat pemrosesan untuk menjalankan sistem operasi dan mengeksekusi instruksi komputasi dari perangkat lunak simulator. Komputer yang digunakan harus memiliki spesifikasi yang memadai agar proses perancangan skematik dan komputasi simulasi sinyal digital dapat berjalan lancar tanpa mengalami penundaan (lag), terutama saat menguji perubahan logika secara seketika atau real-time. 


  2. Perangkat Lunak Proteus Design Suite Aplikasi ini merupakan perangkat lunak simulasi elektronika yang sangat penting dalam pengujian awal. Proteus memungkinkan perancang untuk menggambar skematik rangkaian, merangkai komponen, dan menguji kebenaran logika sistem secara virtual sebelum diimplementasikan menjadi papan sirkuit fisik (PCB). Dengan Proteus, analisis aliran data, deteksi kesalahan logika, dan pengamatan kondisi impedansi tinggi dapat dilakukan dengan mudah melalui antarmuka visual. 


Bahan dan Komponen Simulasi

  1. IC 74147 (10-line to 4-line Priority Encoder) Komponen ini adalah sebuah penyandi prioritas yang berfungsi mengubah masukan desimal yang bersifat aktif-rendah menjadi keluaran dalam format sandi biner (BCD). Kata prioritas menunjukkan bahwa apabila terdapat lebih dari satu jalur masukan yang aktif secara bersamaan, IC ini dirancang untuk hanya mengenali dan menyandikan jalur masukan dengan nilai angka tertinggi. Hal ini sangat berguna dalam sistem digital untuk mencegah kebingungan sistem saat menerima banyak sinyal input secara serentak. 


  2. IC 74LS126 (Quad Bus Buffer dengan Tristate Outputs) Komponen ini bertindak sebagai jembatan atau sakelar elektronik antara keluaran encoder dengan bus data utama. Berbeda dengan gerbang logika biasa yang hanya memiliki keluaran logika 1 (High) atau 0 (Low), komponen tristate memiliki keadaan ketiga yaitu impedansi tinggi atau High-Z. Keadaan ini dikendalikan oleh pin Output Enable. Saat pin ini diaktifkan, data dari encoder dapat lewat menuju bus. Namun saat dinonaktifkan, keluaran akan berada pada status impedansi tinggi, yang seolah-olah memutuskan hubungan komponen dari bus secara fisik, sehingga mencegah terjadinya tabrakan data (bus contention) dengan perangkat lain. 


  3. IC 74LS153 (Dual 4-line to 1-line Multiplexer) Komponen ini berfungsi sebagai pemilih jalur transmisi (data selector) pada sisi pengirim. Pada sistem yang kompleks, mengirimkan banyak data secara paralel membutuhkan banyak jalur kabel. Multiplexer mengatasi masalah ini dengan mengambil empat jalur masukan data yang berbeda dan mengirimkannya secara bergantian melalui satu jalur transmisi tunggal (pipeline). Pemilihan jalur mana yang akan dikirim pada satu waktu ditentukan oleh kombinasi logika pada pin selektor. 


  4. IC 74LS155 (Dual 2-line to 4-line Decoder/Demultiplexer) Sebagai kebalikan dari multiplexer, demultiplexer diposisikan pada sisi penerima sistem komunikasi. Komponen ini bertugas menerima aliran data dari jalur transmisi tunggal (pipeline) dan mendistribusikannya kembali ke salah satu dari empat jalur keluaran yang tersedia. Agar data dari saluran input tertentu tepat sasaran ke saluran keluaran yang sesuai, pin selektor pada demultiplexer ini harus dikendalikan dan disinkronkan dengan pin selektor yang ada pada sisi multiplexer pengirim. 


  5. Gerbang Logika NOT (Inverter) Komponen logika dasar ini berfungsi untuk membalikkan keadaan sinyal logika, di mana masukan 1 akan diubah menjadi 0, dan sebaliknya. Dalam rangkaian ini, gerbang NOT sangat diperlukan untuk menyesuaikan polaritas sinyal antar komponen. Sebagai contoh, IC 74147 secara bawaan menghasilkan keluaran biner yang terbalik, sehingga gerbang NOT dibutuhkan untuk mengembalikan nilai logika tersebut ke bentuk biner yang sebenarnya sebelum diproses lebih lanjut. 


  6. Logic State Ini adalah instrumen masukan virtual yang khusus terdapat di dalam perangkat lunak Proteus. Komponen ini berfungsi layaknya sakelar digital yang memungkinkan pengguna untuk memberikan input logika statis secara manual. Pengguna cukup mengklik komponen ini untuk mengubah nilai dari 0 (mewakili ground) menjadi 1 (mewakili tegangan sumber VCC). Alat ini digunakan untuk memberikan simulasi data masukan, mengendalikan pin Output Enable, serta mengatur kombinasi bit selektor pada IC pemilih jalur. 


  7. Logic Probe Alat ini adalah komponen indikator virtual yang dipasang pada titik-titik akhir rangkaian untuk memantau status logika hasil pemrosesan sistem. Logic Probe akan menampilkan angka 1 atau 0 sesuai dengan sinyal yang diterimanya, sehingga memudahkan pengguna memverifikasi apakah keluaran sudah sesuai dengan prinsip kerja rangkaian. Selain itu, pada pengujian rangkaian tristate, Logic Probe mampu mendeteksi dan menampilkan tanda khusus (biasanya tanda tanya) untuk mengindikasikan bahwa jalur tersebut sedang berada dalam status impedansi tinggi karena tidak ada sinyal aktif yang mengalir. 


4. Dasar Teori[Kembali]

1. Priority Encoder dan IC 74147 

    Encoder adalah rangkaian logika kombinasional yang berfungsi mengubah sinyal masukan menjadi bentuk sandi biner. Pada sistem digital biasa, jika dua masukan diberikan logika aktif secara bersamaan, rangkaian akan menghasilkan keluaran yang tidak valid. Untuk mengatasi hal ini, digunakan priority encoder. Rangkaian ini memiliki sirkuit prioritas yang akan selalu merespons masukan dengan urutan atau nilai desimal paling tinggi apabila terdapat beberapa sinyal masukan yang aktif secara serentak. IC 74147 merupakan komponen priority encoder yang mengonversi sepuluh jalur masukan desimal menjadi empat jalur keluaran sandi biner. Komponen ini beroperasi dengan logika aktif-rendah, baik pada saluran masukan maupun keluarannya.

2. Gerbang Tristate dan Konsep Bus Data 

    Dalam arsitektur sistem digital yang kompleks, beberapa komponen sering kali harus membagikan data melalui satu jalur kabel utama yang sama, yang dikenal sebagai bus data. Jika dua komponen mengirimkan logika yang berbeda pada saat yang bersamaan ke jalur bus, akan terjadi tabrakan data atau bus contention yang berpotensi merusak sirkuit perangkat keras. Gerbang tristate seperti IC 74LS126 digunakan untuk mencegah masalah ini. Berbeda dengan komponen logika standar yang hanya memiliki dua keadaan keluaran yaitu tinggi dan rendah, komponen tristate memiliki keadaan ketiga yaitu impedansi tinggi. Keadaan impedansi tinggi ini diatur oleh pin Output Enable. Saat pin aktif, sinyal data akan diteruskan secara normal. Namun saat pin nonaktif, gerbang akan memasuki keadaan impedansi tinggi yang secara elektronik seolah memutuskan sambungan dari bus, sehingga komponen lain bisa menggunakan bus data secara aman.

3. Multiplexer 

    Multiplexer adalah rangkaian logika kombinasional yang berfungsi sebagai pemilih jalur data. Rangkaian ini menerima banyak jalur saluran masukan secara paralel dan hanya meneruskan salah satu saluran tersebut menuju sebuah jalur keluaran tunggal. Proses penentuan saluran masukan mana yang berhak terhubung ke jalur keluaran dikendalikan sepenuhnya oleh kombinasi sinyal pada pin selektor. Multiplexer sering diibaratkan sebagai sakelar elektronik berkecepatan tinggi yang merutekan informasi secara efisien.

4. Demultiplexer 

    Demultiplexer memiliki prinsip kerja yang berkebalikan dengan multiplexer. Rangkaian ini berfungsi sebagai distributor data yang menerima sinyal dari satu jalur saluran masukan utama dan menyalurkannya ke salah satu dari beberapa jalur keluaran yang tersedia. Persis seperti multiplexer, jalur keluaran mana yang akan diaktifkan untuk menerima distribusi data tersebut ditentukan oleh kombinasi logika pada pin selektor.

5. Sistem Perutean dan Berbagi Jalur 

  Untuk mengefisienkan penggunaan kabel fisik pada suatu sistem digital, multiplexer dan demultiplexer kerap digabungkan. Dalam arsitektur ini, multiplexer bertindak di sisi pengirim yang mengambil beberapa sumber data dan merutekannya masuk ke dalam satu jalur transmisi tunggal. Di sisi lain, demultiplexer bertindak di sisi penerima yang mengambil data dari jalur transmisi tersebut dan memecahnya kembali ke saluran keluaran masing-masing. Agar informasi dari pengirim tidak tertukar saat sampai di penerima, pin selektor pada kedua perangkat ini harus disinkronkan, sehingga saluran masuk dan saluran keluar yang dipilih akan selalu berpasangan dengan tepat pada waktu yang sama.

5. Contoh Soal[Kembali]

1. Pada pengujian priority encoder menggunakan IC 74147, apa yang akan terjadi pada keluaran sistem apabila jalur masukan A3 dan A7 diberikan logika aktif secara bersamaan? 

Jawaban: IC 74147 memiliki sirkuit prioritas, sehingga sistem hanya akan mengenali dan memproses jalur masukan dengan nilai desimal tertinggi. Dalam kasus ini, keluaran akan menghasilkan sandi biner yang merepresentasikan angka 7, sedangkan masukan A3 akan diabaikan.

2. Mengapa keluaran dari IC 74147 pada rangkaian pertama tidak dihubungkan langsung ke bus data, melainkan harus melewati IC 74LS126 terlebih dahulu? 

Jawaban: Keluaran IC 74147 dilewatkan melalui IC 74LS126 yang merupakan gerbang tristate agar data dapat diisolasi dari bus utama. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tabrakan data dengan perangkat keras lain saat komponen penyandi ini sedang tidak diinstruksikan untuk mengirim informasi.

3. Jelaskan fungsi pin Output Enable pada gerbang tristate dalam kaitannya dengan kondisi impedansi tinggi. 

Jawaban: Pin Output Enable berfungsi sebagai sakelar pengontrol akses. Saat pin ini dalam keadaan nonaktif, gerbang tristate akan beralih ke kondisi impedansi tinggi. Pada kondisi ini, jalur keluaran secara elektronik akan memblokir aliran arus, seolah-olah jalurnya terputus secara fisik, sehingga menjaga bus data tetap aman untuk digunakan oleh komponen lain.

4. Bagaimana konsep berbagi jalur diterapkan pada simulasi rangkaian multiplexer dan demultiplexer tersebut? 

Jawaban: Konsep berbagi jalur diterapkan dengan cara komponen multiplexer mengambil empat saluran masukan data paralel di sisi pengirim, lalu menyalurkannya satu per satu secara bergantian melalui satu buah jalur transmisi tunggal. Di ujung penerima, komponen demultiplexer mengambil aliran data dari jalur tunggal tersebut dan membagikannya kembali ke empat saluran keluaran secara berurutan.

5. Mengapa pin selektor pada IC pengirim (Multiplexer) dan IC penerima (Demultiplexer) harus selalu dikendalikan oleh sinyal yang sama? 

Jawaban: Pin selektor pada kedua perangkat harus dikendalikan secara bersamaan untuk memastikan proses sinkronisasi komunikasi. Hal ini diwajibkan agar saluran masukan yang sedang terbuka di sisi multiplexer selalu terhubung dengan saluran keluaran pasangannya yang tepat di sisi demultiplexer, sehingga informasi tidak salah sasaran.

6. Problem[Kembali]

1. Sebuah sistem menggunakan IC priority encoder 74147 yang dihubungkan ke bus data melalui IC tristate 74LS126. Saat tombol input A9 ditekan, mikrokontroler mengirimkan logika 0 ke pin Output Enable pada IC tristate. Apa yang terbaca pada bus data utama?

Jawaban: Bus data tidak akan membaca angka dari input A9. Karena pin Output Enable diberi logika 0, IC tristate akan berada dalam kondisi impedansi tinggi. Jalur keluaran seolah terputus secara elektronik sehingga tidak ada data yang masuk ke bus utama.

2. Sebuah sistem transmisi menggunakan MUX dan DEMUX dengan pin selektor S1 dan S0. Jika data dari saluran CH3 ingin dikirimkan secara tepat, logika apa yang harus diberikan pada selektor, dan apa akibatnya jika selektor penerima justru terhubung ke ground semua?

Jawaban: memilih saluran CH3, pin selektor S1 dan S0 pada pengirim maupun penerima wajib diberi logika 1 dan 1. Jika selektor penerima terhubung ke ground atau menerima logika 0 dan 0, data dari saluran CH3 akan salah sasaran dan didistribusikan ke saluran keluaran CH0 di sisi penerima.

3. Pada pengujian IC 74147, pengguna memberikan logika aktif rendah pada pin masukan A2 dan A6 secara serentak. Di saat yang sama, pin Output Enable pada IC tristate diberi logika 1. Sandi biner dari angka berapakah yang akan diteruskan hingga ke bus data?

Jawaban: Sistem akan memproses masukan A6 dan mengabaikan masukan A2. Hal ini dikarenakan IC 74147 bekerja berdasarkan prioritas nilai desimal tertinggi. Sandi biner yang diteruskan ke bus data secara utuh adalah representasi dari angka 6.

7. Pilihan Ganda[Kembali]

1. Jika jalur masukan A4 dan A7 pada IC priority encoder 74147 diberikan logika aktif secara bersamaan, maka keluaran sandi biner yang akan dihasilkan sistem merepresentasikan angka desimal... a. 4 

b. 7 

c. 11 

d. 0 

Jawaban: b. 7

2. Fungsi utama dari pin Output Enable pada komponen IC tristate 74LS126 dalam rangkaian pertama adalah untuk... 

a. memperkuat tegangan sinyal keluaran menuju bus data 

b. mengubah keluaran menjadi keadaan impedansi tinggi atau memutuskan jalur secara elektronik 

c. mereset semua keluaran sandi biner menjadi nol 

d. membalikkan nilai logika dari 1 menjadi 0 

Jawaban: b. mengubah keluaran menjadi keadaan impedansi tinggi atau memutuskan jalur secara elektronik

3. Pada sistem komunikasi transmisi yang efisien, komponen yang bertugas mengambil beberapa jalur masukan secara paralel dan menyalurkannya secara bergantian ke satu jalur transmisi tunggal (pipeline) adalah... 

a. Priority Encoder 

b. Tristate Buffer 

c. Multiplexer 

d. Demultiplexer 

Jawaban: c. Multiplexer

8. Percobaan[Kembali]





9. Download File[Kembali]

Download rangkaian Fig. 9.57 [disini]

Download rangkaian Fig. 9.61 [disini]

Data Sheet IC 74147 [disini]

Data Sheet IC 74ls153 [disini]

Data Sheet IC 74ls155 [disini]














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Akhir Modul 3 Elektronika

LAPORAN AKHIR MODUL 2 ELEKTRONIKA

LAPORAN AKHIR MODUL 1 ELEKTRONIKA