Blog tugas, praktikum, dan dokumentasi pembelajaran.
Website ini berisi kumpulan laporan, modul praktikum, tugas elektronika,
rangkaian listrik, serta dokumentasi kuliah yang disusun agar lebih rapi
dan mudah diakses.
Saya Muhammad Rahel, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Andalas.
Blog ini saya gunakan sebagai tempat menyimpan dan menampilkan hasil
tugas, laporan praktikum, serta materi pembelajaran elektronika.
Rangkaian ini menggunakan beberapa switch SPDT sebagai input logika, IC counter 74193, gerbang logika NOR, serta dua buah seven segment display untuk menampilkan hasil hitungan. Switch dipakai untuk memberikan logika tinggi atau rendah, atau dalam kasus tertentu sebagai sumber clock manual. IC 74193 adalah counter up/down 4-bit sinkron yang dapat menghitung naik (count up) maupun turun (count down) tergantung input yang diberikan. Output biner dari counter kemudian dihubungkan ke seven segment display agar hasil hitungan lebih mudah dibaca.
Prinsip kerja utamanya, input clock diberikan melalui salah satu switch atau sinyal generator (gambar ada simbol clock di samping B2). IC 74193 memiliki dua pin clock, yaitu pin UP dan pin DOWN. Jika pulsa clock masuk ke pin UP, maka counter akan menghitung naik (0,1,2,3, dst). Jika pulsa clock masuk ke pin DOWN, maka counter akan menghitung turun (9,8,7, dst). Output Q0–Q3 dari IC 74193 kemudian dihubungkan ke dekoder seven segment (dalam gambar terlihat dua IC 74193, yang kemungkinan salah satunya berfungsi sebagai BCD ke seven segment driver). Hasil akhirnya ditampilkan di dua seven segment, sehingga bisa menunjukkan angka desimal.
Di bagian bawah terlihat ada dua gerbang NOR (U4). Fungsi NOR di sini adalah untuk menggabungkan beberapa sinyal input agar menghasilkan kondisi tertentu, biasanya dipakai sebagai reset otomatis atau sebagai pembatas hitungan. Gerbang NOR hanya akan output logika tinggi ketika semua inputnya rendah. Artinya, NOR ini bisa dipakai untuk mendeteksi kondisi tertentu pada output counter lalu memberikan sinyal reset agar counter tidak lewat dari batas tertentu. Jadi NOR ini berfungsi sebagai rangkaian kendali tambahan.
pada IC ini master reset (MR) di pin 1 yang aktif tinggi untuk mengembalikan output ke 0000, pin D0 sampai D3 sebagai input parallel load yang memungkinkan memasukkan data awal secara langsung, serta pin PL di pin 11 yang aktif rendah untuk mengaktifkan parallel load tersebut. Pin UP di pin 5 digunakan sebagai masukan clock untuk menghitung naik, sedangkan pin DOWN di pin 4 digunakan untuk menghitung turun. Output biner counter ditampilkan pada pin Q0 sampai Q3 yang berada di pin 2, 6, 7, dan 9. Selain itu, ada juga pin terminal count up (TCU) dan terminal count down (TCD) yang menandakan kondisi maksimum atau minimum counter.
input clock tidak benar-benar terhubung dengan pin UP atau DOWN counter, sehingga IC tidak pernah menerima pulsa. Kedua, konfigurasi NOR bisa membuat counter terus-menerus dalam keadaan reset atau load, jadi setiap kali diberi clock, output langsung kembali ke kondisi awal. Ketiga, seven segment tidak menampilkan hasil karena belum ada dekoder BCD to seven segment yang sesuai, sehingga meskipun counter bekerja, output tidak kelihatan berubah.
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Prinsip Kerja 3. Video Percobaan 4. Analisa 5. Download File Nama : Muhammad Rahel No BP : 2410952027 Kelompok : 4 Tanggal Praktikum : 9 September 2025 Asisten Praktikum : 1. Dzaki Asyrof 2. Muhammad Faiz Nurahmantyo 1. Jurnal [Kembali] 1. Inverting Amplifier Rf(kΩ) Vi(V) Hitung Gain( − 𝑅 𝑓 ) 𝑅 𝑖𝑛 Vout ...
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Prinsip Kerja 3. Video Percobaan 4. Analisa 5. Download File 1. Jurnal [Kembali] RC Seri Beban V terukur I terukur V pada beban Impedansi Xa = 100 Ohm 6,13 V 0,05 mA 1,606 V 375,91 Ω Xb = 100 Ohm 1,531 V 375,91 Ω Xc = 10 uF 5,17 V 375,91 Ω RLC Seri Beban V terukur I terukur V pada beban Impedansi Xa = 100 Ohm 6,13 V 0,07 mA 1,708 V 333,44 Ω Xb = 1 mH 0,04 V 333,44 Ω Xc = 10 uF 5,6 V 333,44 Ω RLC Paralel Beban V terukur I terukur I1 I2 I3 V pada beban Impedansi Xa = 100 Ohm 8,25 V 18,8 A 0,081 A 0,081 A 0,081 A 8,25 V 0,314Ω Xb = 1 mH 8,25 V 18,8 A 17,9 A 17,9 A 17,9 A 8,25 V 0,314Ω Xc = 10 uF 8,25 V 0,029 A 0,029 A 0,029 A 0,029 A 8,25 V 0,314Ω 2. Prinsip Kerja [Kembali] 1. RC Seri a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar dibawah b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki pada kit modul, dengan nilai: ...
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Prinsip Kerja 3. Video Percobaan 4. Analisa 5. Download File Nama : Muhammad Rahel No BP : 2410952027 Kelompok : 4 Tanggal Praktikum : Selasa, 21-Oktober-2025 Asisten Praktikum : Aulia Rahma Okto Bendsi Luthfi Fhadlurrahman 1. Jurnal [Kembali] A. Percobaan Karakteristik Dioda Vd Id Resistor Gelombang Input Ou...
Komentar
Posting Komentar